RSS

Choco and Vanilla: A Story About Us (1)

Kamis, 28 Februari 2013

close up of pictures

Photo by Leah Kelley on Pexels.com

Sehari selepas aku memutuskan untuk tidak melanjutkan hubunganku dengan Bintang, orang yang sebelumnya aku yakin menjadi sosok yang tepat, pengisi hari-hariku setelah aku patah hati untuk ke-empat kalinya. Sehari setelah aku kembali sendiri, kembali gagal untuk kesekian kalinya. Membuatku mulai tak yakin bahwa cinta itu ada, yang kutahu bahwa cinta itu hanyalah keegoisan diri untuk memiliki dan menjadikanku sosok yang sejatinya bukan aku.

Iya, aku memiliki banyak hubungan, dan selalu gagal. Mereka datang dan pergi. Read the rest of this entry »

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Juli 2018 in My Life, My Journey

 

A Short Touring: Catatan Jalan-jalan Dengan Teman Kantor

Barisan Tunggangan di Pantai MengantiJalan-jalan menggunakan sepeda motor sebenarnya bukan hal asing buat saya, semenjak saya menggunakan si Kebo, saya lebih sering pergi ke luar kota, sekedar main maupun urusan kantor (jika lama, lebih dari seminggu) menunggangi the great black beauty tercinta saya. Belum jauh-jauh sih, paling dari kota asal, Purwokerto ke kota-kota di sekitar, Jogja, Solo, Pangandaran, hingga terakhir Dieng with my lovely Vanilla. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Agustus 2014 in My Journey

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mencoba Menjadi “Papa” Yang Sesungguhnya

Baby HubbyMungkin memang sudah menjadi garis dalam kehidupan saya, bahwa saya akan mendapat julukan yang berafiliasi dengan sebuah panggilan yang diidentikkan dengan seorang yang menjadi kepala rumah tangga. Nama saya Dedy, jika diucapkan dalam bahasa Inggris akan menjadi Daddy atau Bapak. Lalu teman-teman saya memanggil saya Babeh, lagi lagi sama dengan Bapak.

Satu lagi panggilan dari seseorang yang paling spesial dalam hidup dan hati saya saat ini, dia memanggil saya dengan panggilan Papa.

Impian kami sama seperti impian orang pada umumnya, menikah, hidup bahagia dan memiliki anak-anak yang lucu dan menggemaskan, tumbuh menyaksikan mereka dewasa, mendampingi mereka saat wisuda, dan akhirnya mengantar mereka di pelaminan, memiliki cucu dan segudang hal indah lainnya. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Juli 2014 in My Life, My Journey

 

Tag: , , , , , , , ,

Tukang Bangunan Bodoh?

Bangunan itu baru saja mulai kubangun kembali, fondasi baru saja aku tata kembali.
Setelah bangunan indah yang sudah kami bangun dengan susah payah, kuhancurkan sendiri dengan bodohnya.
Setelah aku hanya memperturutkan hawa nafsu tanpa mau mempedulikan apa yang dia rasakan.

Bangunan itu baru saja aku coba dirikan kembali, bangunan itu baru saja aku coba untuk perbaiki.
Bangunan itu baru saja aku wujudkan kembali sesuai gambar yang kita buat bersama.

Kenapa muncul amarah dalam diri ini yang begitu besar?

kenapa jiwaku begitu labil?
Karena aku manusia dan aku butuh kamu.

Aku ingin membangunnya lagi, hanya denganmu, hanya agar aku bisa tinggal hanya denganmu, bukan dengan yang lain.

Aku tahu aku salah, aku salah karena menghancurkan apa yang telah kita bangun.

Aku salah, aku sadar aku sangat salah.

Aku hanya ingin membangunnya lagi meskipun banyak orang mencibir dan tak percaya padaku. Termasuk mungkin kamu.

Betapa cinta ini sangat, sangat, sangat, sangat, sangat besar terhadapmu.

Aku ingin membangun bangunan impian kami, aku ingin tinggal di sana bersama-nya. Hanya dengan dia.

Vanilla-ku.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2014 in My Life, My Journey

 

SEPASANG BENALU


benaluSabtu, 13 April 2013 – 23.25

Hanya terdiam, membisu dalam ruangan berwarna hijau muda pilihanku sendiri. Aku juga yang mengecatnya selama seharian penuh. Katamu kau membantuku, iya membantu membuatkan es capuchino kesukaanku, kau tahu benar. Warna hijau ini pilihanku, meski kau akhirnya memaksaku berkata bahwa ini warna pilihan kita saat itu, warna yang pernah kau perdebatkan dan menjadi canda penuh tawa kita di sebuah toko bahan bangunan cukup besar di pinggiran kota. Malam ini, suara dengungan pendingin ruangan dan alunan musik jazz saja yang menemaniku. Ah… bukan itu saja, tetapi bayanganmu yang terus duduk diam di sana, atau mungkin kau sengaja menggangguku.

Malam ini, lima tahun lalu untuk pertama kalinya kita bertemu, saat aku memaksamu untuk tetap menjemput di stasiun ketika kau baru saja pulang dari Jakarta. Malam ini, tanggal yang sama saat kau pertama kali menyentuh tanganku dan berkata “Terima kasih ya, kau sudah mau menjemputku, sampe larut malem gini, padahal keretanya telat dua jam kan…” Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Mei 2013 in Cerpen

 

Tag: , , , , , , , , ,

Anda Bertanya, Saya Menjawab (Kumpulan Beberapa Jawaban “Best Answer” Saya di Yahoo Answers)

Question By Assasins:

Apakah dy btl2 serius..?

Yahoo Answersgni gan..wa ga tw ma ce gw..wa dgn dy dah lma pcran tz gw ma dy tuh dah ga mw psh 1 sma lain..tp wa ga tw dy bneran serius pa kaga ma gw..saat dy ngumpul ma tmn2x dy tuh sering bngt ngomong co laen..pdhl gw ad d stu..jls aj gw cemburu..mna ad sih co yg ska cex ngomong co lain pdhl sih cox ad d stu..pke blng keren sgla lg..ganteng lah..apalh..pkokx bxk deh yg bwt gw ga brarti bgi dy..
My Anwer:
Dear Mas Bimbang (bukan Bambang)Begini… Cinta, dalam hal ini menjalani sebuah perjalanan cinta. Pastinya perlu proses, apa lagi untuk orang-orang seusia kamu (dari gaya bahasa kayanya kamu masih muda ya hehe..). Bahkan orang yang sudah menikah pun perlu proses saling pengertian, karena berpacaran atau menikah sekalipun, adalah penyatuan dua individu dengan sifat yang berbeda-beda. Bahkan dalam keluarga, antar saudara juga punya sifat berbeda-beda bukan? Read the rest of this entry »
 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Maret 2013 in My Life, My Journey

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Dalam Tiga Gerbong

GerbongKuputar cincin emas putih di jari manisku sambil menatap keluar jendela kereta yang akan mengantarku ke Jakarta sore ini. Di luar nampak sedikit awan kelabu menyelimuti sebagian daerah, agak jauh dari keretaku, nampaknya disana sudah hujan, namun di atas kereta yang aku tumpangi masih sangat cerah, tak ada tanda-tanda hujan. Anganku melayang teringat hal yang beberapa jam lalu terjadi. Sebuah suasana yang tak ingin kualami lagi. Rasa sakit menusuk di hatiku masih bisa kurasakan. Tiba-tiba leherku tercekat, air mataku memaksa untuk keluar. Tidak, jangan menangis, buat apa aku tangisi. Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2013 in Cerpen

 

Tag: , , , , , , , , , ,